Peran BRMP mendampingi tim SID BBSDLP dalam percepatan CSR Provinsi Jambi
TANJUNG JABUNG BARAT - Telah dilaksanakan kegiatan survei pendahuluan oleh tim dari Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSLDP) Kementerian Pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi (30/07). Tim terdiri dari PPK SID, Giara Imam Nanda, dan tim teknis SID yang diwakili oleh Pak Frans, serta didampingi oleh Husnul Ardi, SP dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian awal dari rangkaian persiapan pelaksanaan cetak sawah tahun 2025. Dalam pelaksanaan survei, tim terlebih dahulu melakukan pertemuan koordinasi dengan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Suhelmi, M.Si. Dari hasil diskusi, diperoleh informasi bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendapatkan kuota cetak sawah seluas 170 hektar. Namun, berdasarkan hasil overlay data spasial, luasan lahan yang layak secara riil hanya mencapai sekitar 122 hektar, yang akan menjadi target kegiatan SID dan selanjutnya masuk tahap konstruksi.
Setelah pertemuan koordinasi, tim melanjutkan kegiatan lapangan dengan meninjau langsung salah satu lokasi cetak sawah yang berada di Kelurahan Pembengis, Kecamatan Bram Itam, pada lahan milik Kelompok Tani Sri Rejeki seluas 22 hektar. Lokasi tersebut telah ditetapkan sebagai sasaran cetak sawah dengan kondisi topografi yang relatif datar, namun telah ditumbuhi semak belukar dengan ketinggian 1–2 meter serta terdapat sisa-sisa pokok batang kelapa yang sudah tidak produktif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lahan berpotensi untuk dikembangkan, namun memerlukan pekerjaan awal pembersihan dan pembukaan lahan. Tim juga mencatat bahwa dalam waktu dekat, tepatnya pada minggu depan atau awal Agustus 2025, akan dilakukan penurunan tim SID lengkap ke lapangan. Tim tersebut akan terdiri dari tim pemetaan drone, tim analisis tanah, tim sosial ekonomi, serta tim teknis lainnya yang bertugas untuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) cetak sawah sebagai dasar pelaksanaan konstruksi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim berencana melanjutkan kegiatan survei pendahuluan ke Kabupaten Sarolangun pada hari berikutnya, dan selanjutnya ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada hari Jumat, sebagai bagian dari proses verifikasi dan penilaian awal lokasi-lokasi lyang menjadi calon area of interest (AOI) cetak sawah tahun 2025 di Provinsi Jambi.